Yuk ! Biasakan Minum Tanpa Sedotan Untuk Selamatkan Bumi Kita

Yogyakarta, 17 Agustus 2018 - Saat ini Indonesia genap berusia 73 Tahun, di usianya yang melebihi 70 tahun ini nyatanya sampah menjadi salah satu permasalahan yang belum terselesaikan sepenuhnya, di kota-kota besar terutama yang masih banyak kita temukan sampah-sampah berserekan dan bertumpukan.

Tentu saja bukan salah pemerintah sepenuhnya, tapi memang karena konsumsi masyarakat melebihi kapasitas petugas sampah yang bertugas mengangkut sampah. Tidak hanya tenaga kebersihan yang kurang, tetapi pemanfaatan limbah sampah juga dirasa belum maksimal.

Bahkan berdasarkan penelitian ahli lingkungan Jenna R. Jambeck pada 2015 yang lalu, Indonesia adalah negara kedua terbesar dengan sampah plastik yang dibuang di laut. Sungguh miris memang, jadi mari kita sebagai masyarakat mulai bijak dalam menggunakan produk-produk terutama yang menghasilkan limbah sampah plastik.

Salah satu hal yang kecil yang bisa kita lakukan adalah dengan berhenti minum menggunakan sedotan, toh tanpa sedotan pun kita masih bisa minum. Dan ngga akan mati juga kan tanpa ada sedotan, kecuali memang benar-benar dibutuhkan sih ngga masalah.

Mengapa sedotan? Sedotan memang hal yang sepele sekali, tapi ketika penggunaannya setiap hari satu orang satu, tentu saja menghasilkan limbah yang sangat besar. Mengingat sedotan ini biasanya dipakai hanya satu kali saja.

Gerakan Anti Sedotan
Gerakan Anti Sedotan
Berdasarkan data dari Divers Clean Action, sedotan menjadi salah satu penyumbang sampah di lautan terbesar yang mencapai 93.244.847 batang untuk setiap harinya. Angka yang sangat besar, dan bila dikumpulkan tentu jumlah yang sangat banyak kan. 

Kalau bisa juga sih tidak hanya sedotan ya, tapi kita juga mulai bijak dalam menggunakan kantong plastik dan sejenisnya. Untuk tempat makanan juga, kita bisa beralih ke kardus ketimbang menggunakan steroform.

Membiasakan minum tanpa sedotan ini sudah dimulai di Jakarta, melalui gerakan "Jakarta Tanpa Sedotan". Semoga saja sih, provinsi-provinsi lain dapat mengikuti. Dan bisa menjadikan sedotan sebagai barang premium yang digunakan oleh orang-orang yang benar-benar penting dan perlu menggunakannya.

Atau ada orang yang mampu menciptakan inovasi baru dengan menciptakan sedotan dari bahan yang lebih ramah lingkungan. Kita tunggu saja perkembangannya.

Komentar

Postingan Populer